Selasa, 26 November 2013

Ibu Derby: Karena hobi, punya 190 ekor kenari

Ibu Derby: Karena hobi, punya 190 ekor kenari

Seorang penangkar burung kenari memiliki puluhan pasangan burung induk, itu sudah biasa. Namun apa yang dilakukan Ibu Derby, warga Ciledug, Tangerang, ini terbilang luar biasa. Karena begitu hobi terhadap kenari, saat ini dia mengoleksi 20 pasangan induk, dan telah menghasilkan ratusan ekor anakan. Sebagian besar, atau sekitar 150 ekor anakan dari berbagai umur, sengaja dibesarkannya untuk dijadikan calon indukan.
Ibu Derby Kenari
Ibu Derby merawat 20 pasang induk dan 150 ekor anakan kenari.
—-
Menarik sekali apa yang dilakukan Ibu Derby. Ia begitu mencintai kenari, tanpa melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Setiap pagi, ia mengantar sendiri anaknya yang sekolah di daerah Tomang (Jakarta Barat). Setelah itu balik ke rumah, mengerjakan apa yang biasa dikerjakan ibu rumah tangga lainnya, sekaligus merawat sekitar 190 ekor kenari di belakang rumah.
Sesekali Ibu Derby mampir ke Pasar Burung Pramuka untuk membeli pakan, sangkar, dan kebutuhan lain bagi burung-burung piaraannya. Siang hari, dia harus kembali ke Tomang, menjemput anaknya.
Sore harinya, dia mulai fokus lagi mengurusi ternaknya. Itu dilakukannya hingga malam sekitar pukul 21.00, sambil mengawasi anaknya belajar.
Ibu Derby Kenari
Ibu Derby sepulang dari membeli sangkar kenari di PB Pramuka.
—-
“Begitulah rutinitas saya sehari-hari, yang dikerjakan sendiri tanpa seorang pembantu pun. Tetapi ini sudah menjadi konsekuensi saya sebagai penggemar kenari, sekaligus sebagai rintisan untuk menjadi penangkar penari,” ujarnya kepada Om Kicau.
Lho, bukankah memelihara 20 pasangan induk dan 150 ekor anakan kenari itu sudah bisa dikatakan penangkar? Ibu Derby terkekeh. “Kalau dibilang penangkar, nyatanya sampai sekarang saya memang belum pernah menjual anakan kenari,” jawabnya.
Ibu Derby Kenari
Puluhan ekor kenari remaja siap dijadikan calon induk.
—-
Ya, sampai saat ini, Ibu Derby merasa masih nyaman dengan predikatnya sebagai penggemar kenari. Sampai sekarang, dia juga belum mengambil manfaat ekonomi dari memelihara ratusan ekor kenari di rumahnya. Apa yang dilakukannya masih sebatas hobi, sekaligus sedang belajar menangkar kenari.
Itu sudah dilakukannya sekitar 2,5 tahun. Kini, dia merasa sudah punya bekal memadai dalam urusan beternak kenari. Sebagian besar kendala dan rintangan dalam breeding kenari sudah bisa diatasinya, terbukti  dengan kehadiran 150 ekor anakan kenari hasil ternaknya.
Karena sudah mantap, mulai Januari 2014, dia berencana menjadi breeder yang sebenarnya. Artinya, bukan lagi sekadar merawat burung, memperoleh anakan kenari, lalu membesarkan hingga dewasa. Namun, sebagaimana breeder kenari lainnya, dia pun akan menjual anakan kenari sekaligus menjadi sumber penghasilan.
Ibu Derby Kenari
Membersihkan sangkar pun dilakukannya sendiri.
—-
Bekal yang diperolehnya sudah lebih dari cukup. Bahkan, menurut pantauan Om Kicau, justru sudah seperti penangkar berpengalaman. Apalagi dia menguasai seluruh seluk-beluk perawatan dan proses reproduksi kenari, karena semua dikerjakannya sendiri, tanpa bantuan perawat sama sekali.
“Setiap hari ya kasih pakan sendiri, membersihkan sangkar sendiri, beli pakan dan keperluan lain pun sendiri. Kalau pun kelak punya asisten atau perawat, setidaknya saya bisa mengarahkan, atau paling tidak susah dibohongi, he.. he..,” kata Ibu Derby. (Kelana Lana)
.
—-

Ibu Derby Kenari

Jalan Warna Mulya Utama No 58A, Karang Tengah, Ciledug, Tangerang.
Kontak  : Pin BB 752fa00a
—-
Semoga bisa menjadi inspirasi kita bersama.
—-
Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

Copas dari omkicau.com

Jumat, 15 November 2013

TIPS & TRIK TERNAK PARKIT

Kawan kawan semua,ini saya ada tips n trik untuk memelihara burung parkit.Hal yang dilakukan pertama adalah mengetahui seluk beluk dari tingkah sang burung.berikut sekilas infonya:
Diawali dengan sebuah adaptasi parkit itu burung yang mudah beradaptasi dan mudah ditangkar.



Mudah Beradaptasi
Parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Parkit ini adalah hewan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.Kesesuaian kandang juga berpengaruh terhadap adaptasi sang burung.Usahakan jauhkan dari tempat yang lembab.Dan usahakan kandang glodok yang diberikan tinggi dari tanah.Kurang lebih 2 meter.Sehingga jika nantinya parkit bertelur,suhu dalam kandang akan stabil dan telur cepat menetas.
Mudah ditangkar
Parkit mudah ditangkar dimanapun,dengan sistem koloni ataupun 1 kandang kecil untuk berpasangan,parkit ini mudah ditangkar,dengan modal kandang 2x2 meter parkit ini sudah dapat mudah ditangkar.Kecepatan dalam bertelur juga dipengaruhi oleh kandang,pangan dan cuaca.Jadi silahkan pahami dan rawat baik baik burung parkit anda.

Sistem Sangkar (Kandang)
Sarana terpenting dalam budidaya parkit adalah sangkar. Biasa pula disebut dengan kurungan. Sangkang dibuat dari kawat ram/kawat ruji, pilihlah yang berkwalitas baik karena tahan lama.Ditinjau dari segi tujuannya maka sangkar parkit dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

1. Sangkar sistem Pasangan
2. Sangkar sistem beberapa pasangan
3. Sangkar sistem besar atau disebut voliere

1. Sistem sangkar pasangan
Sistem sangkar pasangan ini merupakan sistem yang dibilang banyak kelebihan dan kekurangan.Kelebihan dari sangkar ini adalah terjaganya kebersihan kandang serta makanan parkit.


2.Sistem sangkar beberapa pasang
Kandang seperti ini bisa dipakai untuk beberapa ekor pasang.Biasanya 2 pasang pada kandang ini sudah lumayan bagus.Kandangnya pun hanya ukuran 90x80cm.Kira kira ukuran beberapa cm tersebut sudah dapat untuk sangkar parkit yang anda miliki.


3. Sistem Vilitere
Nah inilah yang disebut sistem koloni.Parkit disini terdapat banyak pasang.Puluhan bahkan ratusan pasang parkit ada didalam sangkar ini.Kelebihan dari sistem ini adalah cepatnya berkembang biak sang burung dan kelemahannya adalah anda harus ekstra membersihkan kandang tersebut.Karena rawan jika salah satu parkit terserang penyakit.


Beberapa Tips&Trik :
a.Makanan utama burung ini adalah millet atau juga bisa jewawut,otek,jagung muda,sayuran,beras merah.
b.Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih terutama kandang.Suhu kandang harus normal, tidak panas saat siang hari, baiknya menggunakan atap tembus pandang dan dipasangi paranet pertanian.
c.Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge, jagung atau yang lainnya
d.Pilihlah induk Parkit yang berbeda warna.
e.Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan
f.Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
g.Persiapkan pula kandang parkit cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.
h.Kandang burung parkit.
Peluang Usaha Ternak Burung Parkit – Untuk masalah tempat indukan yang disediakan berbentuk seperti balok dengan ukuran( P x L x T : 2m x 1m x 1,5m )
Tidak terlalu besar untuk disediakan bagi 15 pasang burung parkit

i.Ciri jantan dan betina burung parkit bisa dibedakan dengan mudah setelah usia 4 bulan. Jantan mempunyai ciri warna biru di bagian atas lubang hidungnya. Kalau warna di bagian itu putih kotor, krem atau coklat, maka bisa dipastikan itu berjenis kelamin betina
j.Proses penjodohan dilakukan sebelum pasangan ditempatkan di kandangnya masing-masing. Setelah terlihat menjodoh, setiap pasangan dipisahkan untuk dimasukkan ke kandang produksi.

Ciri-Ciri Jantan Dan Betina Burung Parkit
Ciri-ciri jantan dan betina:Parkit jantan berwarna biru yang kuat atau keunguan lembayung pada bagian hidung sedangkan betina berwarna putih atau biru tipis. Kepala jantan berbentuk bulat kompak agak besar dibandingkan betina.
Burung Parkit yang baik adalah burung yang aktif dan energik, nafsu makan banyak. Burung ini menginjak dewasa pada usia sekitar 90 hari, pada usia ini kebanyakan burung parkit akan mencari pasangannya dan memilih sarang yang disediakan untuk bertelur.
Pilihlah parkit yang sudah berjodoh. Burung parkit yang berjodoh ditandai dengan perilaku mereka yang saling berdekatan dan saling menyuap. Parkit jantan akan lebih banyak mengeluarkan suara berisik jika sudah menemukan pasangan.
Setelah bertelur sekitar 5-7 butir burung ini akan mengeram sekitar 15 hari, setelah menetas akan mengasuh anakannya 30-40 hari. Pada umur itu anakan mulai keluar dari sarangnya sedangkan induknya mulai bersiap untuk bertelur lagi.



Hal yang harus diperhatikan dalam beternak Parkit
1. Pemilihan Bibit : Pilihlah bibit yang mimiliki gen yang bagus dan sehat. sehat ditandai dengan bulunya yang rapi dan kloakanya tidak ada kotoran yang menempel. biasanya kalau ada kotoran yang menempel dikloaka parkit menandaka burung itu sedang sakit.
2. Kondisi Kandang : Hindari kandang yang mempunyai kelembaban yang cukup tinggi karena burung parkit akan mudah terserang mencret dalam kondisi lingkungan yang lembab. sinar matahari harus selalu ada agar burung tetap sehat tapi jangan terlalu panas.
3. Makanan harus mempunyai kwalitas yang baik, kandungan gizi yang seimbang
4. Perawatan, Perawatan yang rutin adalan membersihkan kandang, karena kandang yang kurang bersih berakibat pada kesehatan burung yang akan menurun

Tips Untuk Mengenali Burung Parkit Yang Sakit

Berikut adalah tips mengenali ketika burung parkit peliharaan Anda sedang sakit:
1. Carilah setiap perubahan perilaku, seperti parkit menjadi lesu, lamban, masalah keseimbangan, perubahan vokal, ketidakmampuan untuk bertengger, atau selalu berdiri di dasar kandang (tidak bertengger).
2. Perhatikan jika burung parkit sering bersin, adanya cairan yang keluar dari mata atau hidung, perubahan warna mata, atau terjadi pembengkakan di sekitar mata.
3. Amati perubahan dalam kebiasaan makan, seperti kehilangan nafsu makan, makan berlebih, atau penurunan berat badan.
4. Perhatikan jika terdapat masalah pada bulu seperti perubahan warna atau bulu yang rontok diluar kebiasaan.
5. Perhatikan tanda-tanda lain seperti mengi, muntah, atau mulut terbuka saat parkit tertidur.
Perhatikan pula jika kepala parkit tampak sering mengangguk-angguk. Semua hal tersebut bisa menjadi indikasi parkit sedang sakit.
6. Amati terjadinya perubahan pada kotoran yang meliputi perubahan warna dan konsistensi (kepadatan).
Kotoran yang tidak seperti biasanya menunjukkan burung parkit sedang mengalami masalah kesehatan.
7. Perhatikan setiap perubahan fisik yang meliputi pendarahan, pembengkakan kaki atau sendi, dan benjolan pada tubuh

Tips Menjinakkan Burung Parkit.
Berikut adalah tips untuk menjinakkan burung parkit:
a.Setelah membeli burung dari pedagang burung ataupun petshop burung segera dimandikan dengan menggunakan tangan. Usapkan air dengan perlahan dan penuh kasih sayang. Jangan perlakukan dengan kasar.
b.Apabila sudah basah kuyub usap pelan-pelan tubuh burung parkit dengan sentuhan lembut. kemudian coba taruh di jari telunjuk kita agar bertengger.
 c.Pada kasus tertentu ada burung yang langsung bertengger tenang sambil menata/menyulam bulu-bulunya agar rapi dan cepat kering. Namun ada juga yang masih celingak-celinguk/bingung dan ingin pergi atau kabur dari tenggeran jari telunjuk kita. Untuk karakter burung yang seperti itu sebaiknya segera dimasukkan kandang terlebih dahulu dan diulangi lagi untuk esok harinya.
d.Untuk burung parkit yang sudah bisa tenang di atas tenggeran jari telunjuk bisa kita coba tawari makanan kesukaannya berupa milet putih/merah, biskuit, jewawut, tauge ataupun yang lainnya. Bila ia merespon pertanda burung itu sudah mulai jinak. tetapi bila belum jangan putus asa. biarkan beberapa saat agar tenang di atas tenggeran jari telunjuk. setelah itu masukkan kandang.
e.Pada masa penjinakkan untuk burung-burung yang belum mau mengambil makanan dari tangan kita, kandangnya cukup kita beri air minum saja tanpa makanan. Dengan tujuan supaya rasa lapar si burung memberi keberanian untuk mengambil makanan dari tangan kita langsung. Biasanya butuh waktu 1 hari setelah sedikit puasa burung parkit mulai 'terpaksa' mau mengambil makanan/biji milet langsung dari tangan kita.
f.Sewaktu masih menjalani masa penjinakan burung harus makan dari tangan kita langsung sehingga ia akan menyesuaikan atau beradaptasi dengan kita secara cepat.
g.Sebelum burung betul-betul jinak maka jangan diberi makan langsung dari tangan tanpa dalam kondisi basah/dimandikan hingga basah kuyub. Tujuan agar burung tidak kabur atau terbang.
h.Bila dalam kondisi basah biasanya ia akan tenang dan sibuk mengurusi bulu-bulunya yang acak-acakan karena air. Di saat itu momen pas untuk melatih agar ia mau makan pemberian dari tangan kita langsung.
i.Bila sudah mau makan langsung dalam kondisi basah biarkan hingga kering sambil kita suapi makanan kesukaannya.
 j.Sesekali perintahkan burung agar berpindah tenggeran dari jari telunjuk kita yang satu ketelunjuk kita yang lainnya. bila ia mau melakukan beri suapan hadiah untuknya. begitu seterusnya. Dan jangan lupa setiap kali memberi suapan sebut namanya agar terbiasa dengan perintah itu.
Lakukan berulang-ulang hingga si burung parkit betul-betul jinak

NB: Sangat susah untuk menjinakkan burung ini,tips paling utama jika anda ingin menjinakkan burung ini adalah dengan memberi makan dari piyik (kecil) hingga burung tersebut dapat makan dengan sendirinya.

Pada saat melakukan penangkaran burung palek, sering dijumpai beberapa gangguan kesehatan yang terjadi. Dengan mengenali gangguan kesehatan itu, diharapkan dengan cepat pula dapat mencari solusi pengobatan dan pencegahannya.

Beberapa Tanda gangguan kesehatan pada burung palek, antara lain:



  • Burung terlihat bermalas-malasan.

  • Burung ini termasuk burung yang aktif dan lincah, jika terlihat malas-malasan atau kurang aktif, bisa jadi karena kondisinya yang memang kurang sehat.



  • Bulu-bulu yang rusak / tidak teratur.

  • Palek termasuk burung pesolek, bila melihat bulu-bulunya berantakan, itu menunjukan burung sedang dalam kondisi kurang sehat.



  • Bulu yang berdiri.

  • Jika terlihat bulu-bulu berdiri, besar kemungkinan karena perubahan suhu di dalam kandang.



  • Kotoran sangat encer.

  • Kondisi kesehatan burung dapat dilihat dari kondisi kotorannya, bila berair (encer) berarti ada gangguan pencernaan yang berkaitan dengan masalah pakan.



  • Hidung dan mata berair.

  • Burung yang normal dan sehat memiliki panca indra yang bersih dan kering, bila salah satu organ tubuh tersebut berair, misalnya : mata dan lubang hidung (nostril) dipastikan bahwa burung dalam keadaan sakit.



  • Lebih sering berada di lantai kandang.

  • Burung yang sakit parah menunjukan gejala, tidak mau naik ke tenggeran karena terlalu lemah.



  • Vent atau kloaka yang kotor.

  • Burung yang sehat akan memiliki vent atau kloaka yang bersih, bila terdapat kotoran yang menempel sangat banyak, berarti burung mengalami gangguan kesehatan.



  • Bersuara aneh.

  • Burung sehat bernafas normal, bila terdengar suara aneh, kemungkinan burung mengalami masalah pada saluran pernafasannya.



  • Ekor naik-turun.

  • Ekor burung yang naik-turun seirama dengan nafasnya, menunjukkan dalam kondisi kepayahan karena sakit dan berkaitan dengan kelelahan, atau karena takut.



  • Kotoran berbau sangat menyengat.

  • Burung betina akan mengeluarkan kotoran lebih besar ukurannya dari kondisi biasa, dan berbau sangat menyengat bila berada dalam kondisi sedang bertelur dan mengerami, bila gejala itu ada tidak dalam kondisi birahi atau berreproduksi berarti ada masalah kesehatan pada burung tersebut.

    Semoga artikel Tanda gangguan kesehatan pada burung palek ini berguna bagi Anda yang tertarik untuk memelihara atau menangkar burung ini. Salam sukses.

    Tanda Gangguan Kesehatan Pada Burung Palek

    Pada saat melakukan penangkaran burung palek, sering dijumpai beberapa gangguan kesehatan yang terjadi. Dengan mengenali gangguan kesehatan itu, diharapkan dengan cepat pula dapat mencari solusi pengobatan dan pencegahannya.


    Beberapa Tanda gangguan kesehatan pada burung palek, antara lain:


  • Burung terlihat bermalas-malasan.
  • Burung ini termasuk burung yang aktif dan lincah, jika terlihat malas-malasan atau kurang aktif, bisa jadi karena kondisinya yang memang kurang sehat.


  • Bulu-bulu yang rusak / tidak teratur.
  • Palek termasuk burung pesolek, bila melihat bulu-bulunya berantakan, itu menunjukan burung sedang dalam kondisi kurang sehat.


  • Bulu yang berdiri.
  • Jika terlihat bulu-bulu berdiri, besar kemungkinan karena perubahan suhu di dalam kandang.


  • Kotoran sangat encer.
  • Kondisi kesehatan burung dapat dilihat dari kondisi kotorannya, bila berair (encer) berarti ada gangguan pencernaan yang berkaitan dengan masalah pakan.


  • Hidung dan mata berair.
  • Burung yang normal dan sehat memiliki panca indra yang bersih dan kering, bila salah satu organ tubuh tersebut berair, misalnya : mata dan lubang hidung (nostril) dipastikan bahwa burung dalam keadaan sakit.


  • Lebih sering berada di lantai kandang.
  • Burung yang sakit parah menunjukan gejala, tidak mau naik ke tenggeran karena terlalu lemah.


  • Vent atau kloaka yang kotor.
  • Burung yang sehat akan memiliki vent atau kloaka yang bersih, bila terdapat kotoran yang menempel sangat banyak, berarti burung mengalami gangguan kesehatan.


  • Bersuara aneh.
  • Burung sehat bernafas normal, bila terdengar suara aneh, kemungkinan burung mengalami masalah pada saluran pernafasannya.


  • Ekor naik-turun.
  • Ekor burung yang naik-turun seirama dengan nafasnya, menunjukkan dalam kondisi kepayahan karena sakit dan berkaitan dengan kelelahan, atau karena takut.


  • Kotoran berbau sangat menyengat.
  • Burung betina akan mengeluarkan kotoran lebih besar ukurannya dari kondisi biasa, dan berbau sangat menyengat bila berada dalam kondisi sedang bertelur dan mengerami, bila gejala itu ada tidak dalam kondisi birahi atau berreproduksi berarti ada masalah kesehatan pada burung tersebut.

    Semoga artikel Tanda gangguan kesehatan pada burung palek ini berguna bagi Anda yang tertarik untuk memelihara atau menangkar burung ini. Salam sukses.

    Selasa, 22 Oktober 2013

    Tips Melihat Jenis Kelamin Lovebird Paling Ampuh
    Dilihat Dari Paruhnya.


    Mungkin cara yang paling efektif dari semua cara adalah melihat dari paruhnya, tapi ada kelemahannya yaitu membutuhkan jam terbang alias pengalaman yg lebih untuk dapat menguasainya.
    Tips + Foto : Mabung @Kicaumania
     
    Untuk Love Bird jantan, paruhnya mulai dari pangkal sampai ujungnya cenderung meruncing sedang yg betina bentuk paruhnya mulai dari pangkal sampai ujung ekornya cenderung melebar ke samping.
    Biasanya usia 3-4 bulan ke atas sudah bisa dilihat.
     
    Sumber : www.kicaumania.org
     
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4B6tD4JP519rYPe_PdHzvuKGRIRcYIHQyZDkhG5jKWXehA05x6vbXgFA_L95I60rLA-OT6B4k-nd_uDABts48doSZgxJp3CxyrsLBuRyzIZ77Z_9ty1R2FbZ5r8zYbXvhXm5qh-oRCfI/s1600/lovebirds.jpg

    Sexing lovebird berdasarkan perbedaan perilaku

    Referensi Wajib Baca
    Lovebird yang sering ditangkar di berbagai negara, termasuk Indonesia, umumnya berasal dari jenis muka salem (Agapornis roseicollis), kacamata fischeri (Agapornis fischeri), dan kacamata topeng (Agapornis personatus). Namun ketiga jenis lovebird ini sulit dibedakan jenis kelaminnya. Beberapa orang mencoba membuat panduan sexing berdasarkan katuranggan, seperti bentuk kepala, ukuran tubuh, dan bentuk paruh. Ada juga sexing lovebird berdasarkan perbedaan perilaku antara burung jantan dan betina, seperti akan dijelaskan Om Kicau dalam artikel kali ini.
    Perlu diketahui, lovebird terdiri atas sembilan spesies. Enam di antaranya bersifat monomorfik, yaitu burung jantan dan burung betina memiliki penampilan yang sama, terutama warna bulu, sehingga sulit dilakukan sexing melalui pengamatan mata.
    Selain tiga spesies terpopular seperti disebutkan di atas, tiga spesies lain yang termasuk monomorfik adalah kacamata nyasa (Agapornis lilianae), kacamata pipi hitam (Agapornis nigrigenis), dan lovebird kerah hitam (Agapornis swinderniana).
    Sedangkan tiga spesies lovebird bersifat dimorfik, sehingga burung jantan dan betina bisa dibedakan dari warna bulunya. Ketiga spesies yang bersifat dimorfik adalah lovebird madagascar (Agapornis canus), lovebird muka merah (Agapornis pullaria), dan lovebird abyssinian (Agapornis taranta). Tiga spesies tersebut tidak termasuk dalam pokok bahasan artikel ini.
    Sebagai tambahan, muka salem dan kerah hitam termasuk jenis lovebird non-klep / non-eyering. Selebihnya merupakan lovebird kacamata / klep (eyering), di mana bagian mata dikelilingi cincin / ring berwarna putih. Info selengkapnya mengenai jenis-jenis lovebird bisa dilihat di Halaman Burung Lovebird.

    Sexing atau menentukan jenis kelamin
    Sejauh ini, belum ada metode sexing lovebird yang paling akurat kecuali melalui tes DNA. Beberapa penangkar mencoba mengembangkan metode sexing berdasarkan katuranggan tertentu, misalnya postur betina sedikit lebih besar dan lebih kekar daripada jantan, bulu jantan lebih terang daripada betina, dan sebagainya.
    Ada lagi yang menggunakan metode perabaan pada tulang pelvic, atau supit udang di bawah kloaka, di mana burung betina mempunyai supit udang yang lebih longgar daripada burung jantan. Namun, dalam praktiknya, semua itu tidak mudah diterapkan di lapangan. Hasilnya pun tidak bisa menjamin 100 persen benar.
    Meski demikian, melalui pengalaman bertahun-tahun, setiap penangkar biasanya menemukan cara tersendiri dalam melakukan sexing. Beberapa penangkar Belanda bahkan melakukan sexing berdasarkan pengamatan perilaku antara lovebird jantan dan betina.
    Sexing berdasarkan perbedaan perilaku burung jantan dan betina ini sesuai dengan hasil penelitian Wessel van der Veen yang dimuat dalam website ethologie.nl. Wessel melakukan penelitian ini dengan menyebar formulir online kepada para penangkar.
    Formulir berisi daftar pertanyaan tentang perilaku lovebird jantan dan betina dalam kandang masing-masing.  Tercatat ada 73 formulir yang masuk, tiga di antaranya disingkirkan karena memuat data lovebird yang sama, sehingga yang dianalisis hanya 70 formulir saja.

    Data awal yang masuk
    Berdasarkan data awal yang masuk, ada 30 ekor (43%) lovebird yang diketahui jenis kelaminnya, terdiri atas 19 ekor jantan (27%) dan 11 ekor betina (16%). Selebihnya, 40 ekor (57%), tak diketahui jenis kelaminnya. Karena itu, hanya 30 ekor yang diteliti lebih lanjut, terutama mengenai beberapa perilaku mereka.
    Adapun umur lovebird yang diteliti bervariasi, mulai dari 10 minggu sampai 13 tahun. Sebanyak 28% berumur kurang dari 1 tahun, 52% berumur kurang dari 2 tahun, 73% berusia kurang dari tiga tahun, dan hanya 15% yang berumur lebih dari 5 tahun.
    Umur lovebird secara signifikan memiliki hubungan dengan salah satu perilaku, yaitu masturbasi, di mana hal ini sering dilakukan lovebird yang berumur tua.
    Sedangkan spesies lovebird yang diteliti terdiri atas 40 ekor Agapornis roseicollis (57%), 20 ekor Agapornis personatus (29%), 7 ekor Agapornis fischeri (10%), dan 3 ekor dari spesies lain (4%).

    Perilaku dan jenis kelamin
    Karena jumlah lovebird yang diketahui jenis kelaminnya berjumlah 30 ekor, mereka inilah yang paling tepat untuk ditelisik perilakunya. Dalam tabel, burung jantan dimasukkan dalam kolom Jantan (warna biru muda), sedangkan betina dimasukkan dalam kolom Betina (pink).
    Tetapi yang belum diketahui jenis kelaminnya tetap dilibatkan dalam penelitian ini, dan dimasukkan dalam kolom Unsexing. Selanjutnya, Anda bisa melihat 10 tabel yang berisi hasil penelitian, yang sebagian dapat dijadikan referensi dalam membedakan jenis kelamin lovebird.
    Di bawah tabel terdapat nilai chi kuadrat (X2) dan nilai p atau standar deviasi untuk mengetahui efek nyata (signifikansi) atau tidak dari setiap perbedaan perilaku yang diteliti. Efek dianggap signifikan jika nilai p lebih kecil dari 0,05. Semua efek yang signifikan telah divalidasi menggunakan metode penghitungan ulang nilai p melalui Prosedur Monte Carlo.
    Pengamatan perilaku yang dilakukan Wessel van der Veen dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
    1. Sexing sebelum burung dijodohkan
    • Perilaku menggigit objek / benda dalam kandang
    • Posisi kaki saat bertengger
    • Perilaku masturbasi
    • Bulu ekor
    • Perilaku makanan
    Kelima jenis perilaku ini bisa membantu kita dalam menentukan jenis kelamin sebelum burung kita satukan dalam kandang.
    2. Sexing setelah burung berjodoh
    • Perilaku membawa bahan sarang
    • Buka sayap sebelum kawin
    • Menggaruk kepala sebelum kawin
    • Aktivitas mengerami telur
    • Memberi makanan kepada anakan
    Mungkin Anda akan bertanya, untuk apa melakukan sexing untuk lovebird yang sudah berjodoh? Sexing tetap diperlukan, karena bisa digunakan untuk membuat data indukan. Suatu saat, jika ingin memisahkan pasangan tertentu, Anda tinggal menjodohkan ulang dengan LB jantan / betina lainnya berdasarkan data induk jantan dan data induk betina yang sudah Anda miliki.
    Berikut ini hasil penelitian Wessel van der Veen berdasarkan 10 perbedaan perilaku antara lovebird jantan dan lovebird betina.
    Perilaku menggigit objek dalam kandang
    Perilaku menggigit pada lovebird
    Pada tabel terlihat bahwa lovebird betina lebih sering menggigit objek secara langsung. Pengertian menggigit secara langsung adalah begitu melihat / mengetahui benda di dalam kandang, misalnya kayu atau mainan yang bisa digigit, burung akan mendekati dan langsung menggigit.
    Sebab ada juga lovebird yang tak langsung menggigit, tetapi menyentuh terlebih dulu, meraba-raba dengan paruhnya, membaui, dan baru menggigit. Lovebird jantan umumnya menggigit tidak secara langsung.
    Pengamatan perilaku menggigit objek di dalam kandang ini memiliki standar deviasi (p) 0,004, atau lebih kecil daripada 0,05, sehingga hasilnya sangat signifikan dan bisa dijadikan salah satu patokan dalam membedakan jenis kelamin lovebird.
    Posisi kedua kaki saat bertengger
    Kaki lovebird saat bertengger
    Ketika lovebird bertengger, apalagi dalam posisi beristirahat, Anda bisa mengamati bagaimana jarak kedua kakinya dan bandingkan dengan lebar bahunya. Pada lovebird betina, jarak kedua kaki agak longgar, atau kira-kira selebar bahunya.
    Sedangkan pada lovebird jantan, jarak kedua kaki cenderung rapat atau lebih sempit daripada lebar bahunya. Hasil penelitian perilaku ini cukup akurat, mengingat standar deviasi (p) kurang dari 0,001, atau lebih kecil daripada 0,05 sehingga sangat signifikan.
    Perilaku masturbasi
    Perilaku masturbasi pada lovebird
    Objek dalam kandang adalah benda apa saja yang ada dalam kandang, misalnya tenggeran, jeruji kandang, dan sebagainya. Hasil penelitian perilaku ini menunjukkan, lovebird betina lebih sering melakukan masturbasi daripada LB jantan.
    Namun data yang terkumpul kurang lengkap, karena banyak penangkar yang tidak mengamatinya. Akibatnya standar deviasi yang dihasilkan sangat besar (0,710), jauh di atas 0,05, sehingga hasilnya sangat tidak signifikan, dan tidak bisa dijadikan patokan dalam penentuan jenis kelamin lovebird.
    Hasil ini juga sejalan dengan pendapat para ahli parrot, bahwa perilaku masturbasi lebih berkaitan dengan umur lovebird, di mana burung yang sudah tua akan lebih sering melakukan hal ini, terutama yang tidak memiliki pasangan. Namun burung tua yang sudah punya pasangan pun terkadang masih sering melakukan masturbasi.
    Bulu ekor
    Bulu ekor lovebird jantan dan betina
    Dalam beberapa literatur, bulu ekor lovebird jantan biasanya meruncing di bagian ujung. Sedangkan bulu ekor pada betina lebih mengembang, sehingga bagian ujung ekor terlihat lebih rata.
    Dari tabel di atas terlihat, lovebird betina sering mengembangkan bulu ekornya daripada LB jantan, sehingga ujung ekor tidak mruncing. Sayangnya, banyak penangkar yang tak pernah mengamatinya. Akibatnya, standar deviasi yang dihasilkan cukup besar (0,130), jauh di atas 0,05, sehingga hasilnya bisa dikatakan tidak signifikan.
    Perilaku memberi atau menerima makanan
    Perilaku makanan pada lovebird
    Lovebird jantan terlihat lebih sering memberi makanan kepada pasangannya. Standar deviasi kurang dari 0,001 menunjukkan bahwa penelitian tentang perilaku makanan ini sangat signifikan, dan dapat dijadikan salah satu patokan dalam menentukan jenis kelamin lovebird.
    Patokan ini terutama dapat digunakan ketika Anda menangkar lovebird dalam kandang koloni, lalu menemukan pasangan yang sudah berjodoh. Nah, pada burung yang sudah berjodoh inilah Anda bisa menentukan mana yang jantan dan mana betina melalui pengamatan perilaku memberi dan menerima makanan.
    Apabila patokan ini Anda gunakan dalam kandang soliter, dan Anda benar-benar belum mengetahui mana yang jantan dan betina, masih ada kemungkinan kedua burung dalam kandang adalah sama-sama betina, atau sama-sama jantan.
    Meski burung kelihatannya berjodoh, bahkan sering loloh-lolohan, salah satu dari pasangan sesama jenis kelamin ini akan menunjukkan perilaku sebagaimana burung betina, dan yang satu lagi akan menunjukkan perilaku sebagaimana burung jantan. Hal ini tak mungkin dijumpai dalam kandang koloni, di mana lovebird dengan nalurinya tidak akan salah memilih calon pasangannya.
    Perilaku membawa bahan sarang
    Perilaku lovebird membawa bahan sarang
    Perilaku lovebird jantan dan betina saat membawa bahan sarang ke kotak sarang ternyata menarik untuk diamati. Ada yang sibuk mengangkut bahan sarang sepanjang waktu, bahkan terlihat seperti stres. Tetapi ada juga yang melakukannya secara lebih santai. Bahkan ada juga lovebird yang tidak mau membawa bahan sarang ke kotak sarang.
    Berdasarkan penelitian ini, ternyata lovebird jantan dan betina sama-sama terlihat membawa bahan sarang untuk disusun di dalam kotak sarang. Burung betina lebih sering sibuk sepanjang waktu dan seperti terlihat stres. Mungkin ini merupakan bentuk pertanggungjawabannya untuk telur-telur yang akan dikeluarkannya.
    Tetapi standar deviasi dalam penelitian ini cukup besar (0,090), melebihi 0,05, sehingga perbedaan perilaku membawa bahan sarang antara lovebird jantan dan betina tidak terlalu signifikan, dan tidak bisa dijadikan patokan utama dalam membedakan jenis kelamin lovebird.
    Perilaku membuka sayap sebelum kawin
    Buka sayap sebelum kawin
    Beberapa saat menjelang kawin, sebagian besar lovebird betina maupun lovebird jantan sama-sama sering terlihat membuka sayapnya. Hanya saja, lovebird betina terlihat lebih sering membuka sayap daripada jantan.
    Standar deviasi yang dihasilkan sebesar 0,046, atau lebih kecil daripada 0,05, sehingga perbedaan perilaku ini cukup signifikan. Perilaku buka sayap sebelum kawin bisa diamati dalam kandang koloni maupun kandang soliter, untuk keperluan membuat data indukan.
    Catatan: Sebenarnya lebih tepat mengamati posisi burung saat kawin. Burung jantan pasti di atas (he.. he..) Ini bisa diamati dalam kandang koloni maupun soliter.
    Perilaku menggaruk kepala sebelum kawin
    Lovebird menggaruk kepala pasangannya
    Sebelum kawin, terkadang lovebird sering menggaruk kepala pasangannya. Tetapi perilaku ini lebih sering ditampilkan lovebird jantan. Perbedaan perilaku ini sebenarnya juga signifikan, karena standar deviasi hanya 0,037 atau lebih kecil daripada 0,05.
    Anda juga dapat menjadikan tengara ini sebagai pendukung sexing lovebird di dalam kandang koloni maupun kandang soliter, terutama untuk pembuatan data indukan yang akan bermanfaat di kemudian hari.
    Aktivitas mengerami telur
    Aktivitas mengerami telur lovebird
    Hampir semua literatur menyebutkan, hanya lovebird betina yang mengerami telur-telurnya. Tapi dalam penelitian ini dilaporkan ada dua ekor lovebird jantan yang ikut mengerami telurnya. Wessel menduga, kedua penangkar melihat burung jantan masuk ke dalam sarang dan keliru menafsirkan bahwa burung jantan ikut mengerami telur-telurnya.
    Yang pasti, lovebird betina lebih sering mengerami telur-telurnya (68%). Ada juga induk betina yang tidak mau mengerami telurnya, karena adanya beberapa faktor pemicu, meski dalam penelitian ini jumlahnya relatif sedikit (21%). Secara keseluruhan, perbedaan perilaku dalam mengerami telur ini sangat signifikan, karena standar deviasi tercatat 0,025 atau lebih kecil daripada 0,05.
    Pengamatan ini bisa dilakukan baik di dalam kandang koloni maupun kandang soliter, dengan tujuan utama untuk pembuatan data indukan.
    Perilaku memberi makanan kepada anakan
    Aktivitas lovebird memberi makan anaknya
    Lovebird jantan dan betina sebenarnya sama-sama memberikan makanan kepada anak-anaknya. Dalam penelitian ini, hanya ada seekor lovebird jantan yang tak mau memberikan makanan kepada anaknya.
    Namun perbedaan perilaku ini sangat tidak signifikan, karena standar deviasi 1,000, sehingga tidak bisa dijadikan patokan dalam penentian jenis kelamin lovebird.
    Kesimpulan
    Beberapa perilaku lovebird jantan dan betina menunjukkan perbedaan yang begitu besar, meski sampel yang digunakan relatif sedikit (30 ekor). Ada tiga perilaku yang memiliki perbedaan besar dan bisa dijadikan patokan utama dalam sexing lovebird, yaitu :
    • Lovebird betina lebih sering menggigit benda secara langsung.
    • Lovebird jantan lebih sering memberikan makanan, sedangkan lovebird betina lebih sering menerima makanan.
    • Pada lovebird jantan, posisi kedua kaki lebih rapat daripada burung betina.
    Perilaku tertentu sebelum kawin seperti membuka sayap, atau menggaruk kepala pasangannya, mungkin kurang cocok diterapkan sebagai patokan sexing untuk LB yang belum dimasukkan dalam kandang atau belum berjodoh.
    Namun perilaku seperti ini tetap dapat dilakukan untuk burung yang sudah berjodoh, baik di dalam kandang koloni maupun kandang soliter, terutama untuk pembuatan data induk jantan dan induk betina.
    Sebagai penutup, Om Kicau hanya ingin menyimpulkan, bahwa beberapa perilaku lovebird jantan dan betina memiliki perbedaan yang signifikan dan dibuktikan Wessel melalui uji statistik. Tetapi, apakah hasil penelitian ini bisa diterapkan 100%, ini masih perlu dipertanyakan.
    Anda bisa mencoba melakukan sexing melalui beberapa perbedaan perilaku yang signifikan saja. Itu pun masih butuh pembuktian terus-menerus, sehingga bisa mengasah keterampilan Anda dalam membedakan jenis kelamin lovebird.
    Sebagai panduan, tidak ada salahnya untuk mencoba. Tetapi, bagaimana pun, sexing lovebird paling akurat sejauh ini masih bertumpu pada pengamatan endoskopi atau tes DNA.
    Semoga bermanfaat.

    Salam sukses, Salam dari Om Kicau.
    copas : http://omkicau.com/2013/06/09/sexing-lovebird-berdasarkan-perbedaan-perilaku/#more-70685

    Kamis, 17 Oktober 2013

    Cara Beternak Lovebird

    Cara beternak lovebird yang harus diperhatikan adalah ketersediaan makanan. Lovebird yang hidup di alam liar memiliki ketersediaan yang sangat banyak. Makanan lovebird antara lain buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian lainnya. Beternak lovebird di dalam kandang/sangkar sebaiknya membatasi makanan yang mengandung lemak. Hal ini untuk menghindari kegemukan karena bisa berakibat burung lovebird tidak lincah.

    Usaha Sampingan Ternak Lovebird
    Makanan yang baik untuk lovebird rumahan adalah sayuran yang masih segar seperti bayam, sawi, kangkung, jagung muda, dan brokoli. Sayuran diberikan setiap hari dan akan lebih baik jika sayuran alami yang tidak mengandung bahan kimia. Setiap 2 minggu sekali ternak lovebird perlu diberi buah-buahan; apel, pepaya, dan pisang. Cara ternak lovebird agar tidak mengalami kegemukan adalah membatasi pemberian makanan biji-bijian dan kacang-kacangan. Minuman susu segar bisa diberikan seminggu sekali.
    Kandang Lovebird
    Bentuk dan ukuran kandang lovebird banyak macamnya. Para pelaku usaha sampingan lovebird ada yang membuat kandang lovebird berbentuk kotak, bulat, ada pula yang berbentuk segi enam. Ukuran kandang lovebird makin besar makin baik agar lovebird dapat bergerak bebas seperti di habitat aslinya.
    Konstruksi kandang lovebird yang baik terbuat dari kawat besi yang dilengkapi dengan tempat mandi terpisah. Hal ini karena lovebird termasuk jenis burung yang suka mandi. Begitu pula tempat minum harus selalu terisi, jangan sampai kehabisan. Air munum harus diganti setiap hari untuk menjaga agar lovebird tetap sehat.
    Kandang Lovebird Berkerangka Kayu
    Memandikan lovebird dengan cairan antiseptik  dengan cara disemprotkan perlu dilakukan seminggu sekali. Cara ternak lovebird di dalam kandang juga perlu diberikan pasir grit atau bisa dibuat dari tulang cumi-cumi yang dapat berfungsi dalam proses pencernaan dan pembentukan cangkang telur ketika lovebird siap bertelur.
    Belajar cara beternak lovebird butuh ketekunan dan banyak bertanya kepada peternak yang sudah berhasil. Karena harga lovebird yang terus bertahan bahkan cenderung naik, budidaya lovebird bisa dijadikan peluang usaha sampingan yang menguntungkan. Wajar saja, saat ini banyak bermunculan penangkaran lovebird.