Sabtu, 14 Desember 2013

Perawatan Kenari Mabung


Perawatan Kenari Mabung - Mabung atau Mbodol dan bisa juga disebut moulting merupakan siklus yang harus dihadapi setiap burung, dimana pada masa mabung atau rontok bulu ini perlu adanya perawatan harian yang khusus dan beda dengan cara merawat kenari normal.

Buat para pemain kenari senior pastinya tidak akan mengalami kesulitan dalam melakukan perawatan kenari mabung atau mbodol ini, karena sudah pengalaman maka tidak akan kaget dengan perubahan yang terjadi pada burung kesayanganya, akan tetapi buat para pemula pasti belum begitu paham bagaimana cara perawatan kenari mabung atau rontok bulu ini.

Untuk kenari isian yang belum berusia 1 tahun biasanya mabung pertama ini masih ada peluang untuk Ngelender atau kembali ke suara kenari asli, dan isian lagu bisa ilang, akan tetapi dengan penanganan yang tepat pastinya kenari muda yang baru mbodol pertama akan tetap menyanyikan lagu isian yang sudah di masterkan.

Perawatan burung Kenari mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Kenari menjadi rusak.

Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.

Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.
Perawatan Kenari Mabung

Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur.

Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.

Hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, Anda harus memberikan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin.

Untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin. Protein seperti itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.

Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).

Penggangu saat kenari mabung diantaranya:
  • Penyakit – Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri pada usus dapat pula menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.
  • Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).
  • Kimiawi – penggunaan bahan kimiawi sering menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir jika diberikan semasa burung mabung.
  • Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya

Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Pola Perawatan Kenari pada Masa Mabung:
  • Usahakan Kenari ditaruh di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Dianjurkan dalam masa rontok bulu kenari lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Dimandikan 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  • Pemberian porsi pakan tambahan diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Tambahkan biji Niger Seed, variasikan pemberian sayuran segar dan buah.
  • Berikan Vitamin dan Mineral yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara kenari isian atau suara burung master.
Semoga Sedikit Tips Cara perawatan Kenari mabung ini bisa memberikan anda pencerahan, dan untuk yang punya pengalaman lain dalam hal penaganan dan perawatan kenari mabung bisa di share di kotak komentar atau juga bisa di share disini

Cara Membuat Pakan Kenari yang Bergizi Tinggi


Cara Membuat Pakan Kenari yang Bergizi Tinggi dari bahan telur ini mungkin bisa anda jadikan makanan tambahan untuk kenari kesayangan anda setelah mabung, atau saat loloh anak, Karena pada saat mabung, burung akan mengalami penurunan performa suara. Karena energi yang habis terkuras, Selain itu kondisi burung dalam keadaan tidak enak setelah menghabiskan energi untuk merontokan bulu.

Untuk menambah vitalitasnya, Anda juga bisa memberikan racikan telur rebus kepada kenari yang macet bunyi selama 1 minggu dan berikut ini cara membuat pakan kenari bergizi tinggi untuk terapi pasca mabung atau boleh juga diberikan untuk kenari indukan yang sedang meloloh anaknya agar mendapatkan asupan gizi yang berlimpah.

Memang makanan bergizi tinggi ini bisa kita jumpai di toko penjual pakan burung, baik buatan luar negeri maupun dalam negeri. Makanan bergizi tinggi biasanya ditandai dengan kandungan protein yang tinggi, dengan komposisi yang serasi dan seimbang dengan zat gizi lainnya, terutama energi metabolisme, lemak, serat kasar, mineral, dan vitamin.

Berikut ini resep pakan kenari gizi tinggi untuk burung kenari anda
Cara Membuat Pakan Kenari yang Bergizi Tinggi

Bahan Baku
  • Telur ayam (1 butir)
  • Biji bunga matahari (1/2 sendok teh) yang sudah dikupas dan ditumbuk halus.
  • Buah-buahan dan sayuran yang sudah dicuci bersih dan diiris kecil-kecil. Tetapi buah dan sayuran ini hanya buat tambahan saja dan sifatnya tidak wajib. Jika tidak memungkinkan, Anda boleh saja tidak menggunakan salah satu atau kedua bahan ini.
Cara pembuatan Pakan Kenari bergizi tinggi:
  • Rebus telur hingga matang, setelah itu didinginkan.
  • Kupas telur dari cangkang atau kerabangnya. Cangkang telur jangan dibuang, tapi disimpan dalam wadah terpisah (nantinya mau digunakan lagi).
  • Telur diaduk-aduk telur menggunakan sendok hingga berbentuk cacahan halus.
  • Tumbuk cangkang telur hingga benar-benar halus. Kalau Anda memiliki alat penggiling kopi, bisa digunakan untuk menghaluskan cangkang telur.
  • Masukan biji bunga matahariyang sudah dihaluskan ke dalam telur, lalu diaduk-aduk hingga merata.
  • Masukan cangkang telur yang sudah dihaluskan ke dalam adonan, lalu diaduk lagi hingga merata.
  • Pada tahap ini, makanan sudah siap disajikan sebagai menu hidangan untuk burung Anda.
  • Jika memungkinkan, Anda bisa juga memasukan buah-buahan atau sayuran yang sudah dipotong kecil.
Sebagai Catatan, makanan buatan ini hanya sebagai makanan tambahan saja, Jangan dijadikan sebagai makanan utama. Makanan olahan ini juga mampu memacu birahi kenari / finch, terutama saat proses penjodohan dan penangkaran. Juga sangat baik diberikan pada indukan yang sedang meloloh anaknya.

Cara Menjodohkan / Mengawinkan Kenari paling Gampang


Cara Menjodohkan / Mengawinkan Kenari  - Masih dalam rangka melanjutkan postingan mengenai cara beternak kenari, dan setelah tadi kita sudah memberikan artikel mengenai cara membedakan kenari jantan dan betina, kini kami ingin memberikan artikel mengenai cara menjodohkan kenari, atau cara agar kenari cepat kawin jika kita ternakan.

Mungkin artikel ini bisa bermanfaat buat anda yang beternak kenari pemula dan kesulitan dalam proses perjodohan atau perkawinan. Atau tidak mau kawin walaupun pejantan dan betina sudah sama-sama terlihat birahi

Syaratnya utama agar kenari mau dijodokan sebenarnya mudah, yakni selain kita punya kenari jantan yang siap kelamin dan akan kita jadikan pejantan, kita juga harus punya kenari jantan lainnya yang juga sudah gacor. dan pastinya kenari pejantan dan betina tersebut sudah cukup umur.
Cara Menjodohkan / Mengawinkan Kenari paling Gampang

Pada umumya indukan yang sudah siap di kawinkan untuk kenari jantan berumur sekitar 8 bulan sedangkan untuk indukan burung kenari betina kira-kira berumur 6 bulan. Jadi anda harus tau kapan kenari siap untuk di kawinkan karena bila usia kenari terlalu muda untuk di kawinkan akan mempengaruhi kualitas anakan yang di hasilkan.

Cara menjodohkan atau mengawinkan kenari
  • Jangan suka mencampur jantan betina dalam waktu lama. Artinya, selama penjodohan hingga mau kawin, jangan pernah dicampur dalam satu sangkar.
  • Apabila kenari jantan sudah benar-benar gacor dalam kesehariannya, dan betina sudah matang kelamin (kloaka terlihat bengkak memerah) dan sudah menyusun sarang di sangkar lainnya, proses mengawinkan baru dimulai.
  • Jika memang posisis pejantan dan betina sudah siap, maka pilihlah waktu pagi hari setelah kita selesai bersih-bersih dan memberi pakan semua peliharaan, masukkan kenari pejantan  yang sudah siap itu ke sangkar kenari betina.
  • Jika setelah dimasukkan si kenari jantan tidak juga segera mau naik mengawini si betina, ambillah kenari gacor kita yang lainnya, dan dekatkan ke sangkar jantan-betina yang sedang akan kita kawinkan.
  • Begitu melihat pesaing datang, biasanya kenari jantan akan segera “naik” ke atas betina dan terjadilah perkawinan.
  • Biarkan jantan dan betina kenari berduaan sampai sekitar 1 jam. Dalam rentang waktu itu, biasanya terjadi 2-3 kali perkawinan atau lebih.
  • Setelah terjadi perkawinan seperti langkah diatas, pisahkan jantan dan betina kenari sehingga keduanya tidak saling lihat.
  • Ulangi kesemua langkah di atas selama 3 hari berikutnya. Nah, setelah lewat 4 hari masa perkawinan, kenari jantan dan betina tidak perlu dicampur lagi. Betina akan bertelur dan mengerami sendiri telur-telurnya.
Tips Tambahan untuk Cara mengawinkan Kenari
  1. Apabila kita mengawinkan kenari jantan dan betina pada pagi hari, maka setelah sekitar 6 jam atau sore harinya, si jantan bisa untuk mengawini kenari betina yang lain, dengan proses sama dengan tips yang saya sebutkan di atas.
  2. Jika kenari jantan tidak juga segera gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau kenari betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor kenari tidak mau isi atau tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan suplemen tambahan untuk kenari
  3. Jika burung-burung kenari anakan kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya diberikan tambahan mineral, dimana suplemen tambahan tersebut bisa membuat bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.
Diatas merupakan beberapa artikel mengenai cara mengawinkan kenari atau menjodohkan kenari agar berhasi ngisi.

Selasa, 26 November 2013

Ibu Derby: Karena hobi, punya 190 ekor kenari

Ibu Derby: Karena hobi, punya 190 ekor kenari

Seorang penangkar burung kenari memiliki puluhan pasangan burung induk, itu sudah biasa. Namun apa yang dilakukan Ibu Derby, warga Ciledug, Tangerang, ini terbilang luar biasa. Karena begitu hobi terhadap kenari, saat ini dia mengoleksi 20 pasangan induk, dan telah menghasilkan ratusan ekor anakan. Sebagian besar, atau sekitar 150 ekor anakan dari berbagai umur, sengaja dibesarkannya untuk dijadikan calon indukan.
Ibu Derby Kenari
Ibu Derby merawat 20 pasang induk dan 150 ekor anakan kenari.
—-
Menarik sekali apa yang dilakukan Ibu Derby. Ia begitu mencintai kenari, tanpa melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Setiap pagi, ia mengantar sendiri anaknya yang sekolah di daerah Tomang (Jakarta Barat). Setelah itu balik ke rumah, mengerjakan apa yang biasa dikerjakan ibu rumah tangga lainnya, sekaligus merawat sekitar 190 ekor kenari di belakang rumah.
Sesekali Ibu Derby mampir ke Pasar Burung Pramuka untuk membeli pakan, sangkar, dan kebutuhan lain bagi burung-burung piaraannya. Siang hari, dia harus kembali ke Tomang, menjemput anaknya.
Sore harinya, dia mulai fokus lagi mengurusi ternaknya. Itu dilakukannya hingga malam sekitar pukul 21.00, sambil mengawasi anaknya belajar.
Ibu Derby Kenari
Ibu Derby sepulang dari membeli sangkar kenari di PB Pramuka.
—-
“Begitulah rutinitas saya sehari-hari, yang dikerjakan sendiri tanpa seorang pembantu pun. Tetapi ini sudah menjadi konsekuensi saya sebagai penggemar kenari, sekaligus sebagai rintisan untuk menjadi penangkar penari,” ujarnya kepada Om Kicau.
Lho, bukankah memelihara 20 pasangan induk dan 150 ekor anakan kenari itu sudah bisa dikatakan penangkar? Ibu Derby terkekeh. “Kalau dibilang penangkar, nyatanya sampai sekarang saya memang belum pernah menjual anakan kenari,” jawabnya.
Ibu Derby Kenari
Puluhan ekor kenari remaja siap dijadikan calon induk.
—-
Ya, sampai saat ini, Ibu Derby merasa masih nyaman dengan predikatnya sebagai penggemar kenari. Sampai sekarang, dia juga belum mengambil manfaat ekonomi dari memelihara ratusan ekor kenari di rumahnya. Apa yang dilakukannya masih sebatas hobi, sekaligus sedang belajar menangkar kenari.
Itu sudah dilakukannya sekitar 2,5 tahun. Kini, dia merasa sudah punya bekal memadai dalam urusan beternak kenari. Sebagian besar kendala dan rintangan dalam breeding kenari sudah bisa diatasinya, terbukti  dengan kehadiran 150 ekor anakan kenari hasil ternaknya.
Karena sudah mantap, mulai Januari 2014, dia berencana menjadi breeder yang sebenarnya. Artinya, bukan lagi sekadar merawat burung, memperoleh anakan kenari, lalu membesarkan hingga dewasa. Namun, sebagaimana breeder kenari lainnya, dia pun akan menjual anakan kenari sekaligus menjadi sumber penghasilan.
Ibu Derby Kenari
Membersihkan sangkar pun dilakukannya sendiri.
—-
Bekal yang diperolehnya sudah lebih dari cukup. Bahkan, menurut pantauan Om Kicau, justru sudah seperti penangkar berpengalaman. Apalagi dia menguasai seluruh seluk-beluk perawatan dan proses reproduksi kenari, karena semua dikerjakannya sendiri, tanpa bantuan perawat sama sekali.
“Setiap hari ya kasih pakan sendiri, membersihkan sangkar sendiri, beli pakan dan keperluan lain pun sendiri. Kalau pun kelak punya asisten atau perawat, setidaknya saya bisa mengarahkan, atau paling tidak susah dibohongi, he.. he..,” kata Ibu Derby. (Kelana Lana)
.
—-

Ibu Derby Kenari

Jalan Warna Mulya Utama No 58A, Karang Tengah, Ciledug, Tangerang.
Kontak  : Pin BB 752fa00a
—-
Semoga bisa menjadi inspirasi kita bersama.
—-
Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

Copas dari omkicau.com

Jumat, 15 November 2013

TIPS & TRIK TERNAK PARKIT

Kawan kawan semua,ini saya ada tips n trik untuk memelihara burung parkit.Hal yang dilakukan pertama adalah mengetahui seluk beluk dari tingkah sang burung.berikut sekilas infonya:
Diawali dengan sebuah adaptasi parkit itu burung yang mudah beradaptasi dan mudah ditangkar.



Mudah Beradaptasi
Parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Parkit ini adalah hewan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.Kesesuaian kandang juga berpengaruh terhadap adaptasi sang burung.Usahakan jauhkan dari tempat yang lembab.Dan usahakan kandang glodok yang diberikan tinggi dari tanah.Kurang lebih 2 meter.Sehingga jika nantinya parkit bertelur,suhu dalam kandang akan stabil dan telur cepat menetas.
Mudah ditangkar
Parkit mudah ditangkar dimanapun,dengan sistem koloni ataupun 1 kandang kecil untuk berpasangan,parkit ini mudah ditangkar,dengan modal kandang 2x2 meter parkit ini sudah dapat mudah ditangkar.Kecepatan dalam bertelur juga dipengaruhi oleh kandang,pangan dan cuaca.Jadi silahkan pahami dan rawat baik baik burung parkit anda.

Sistem Sangkar (Kandang)
Sarana terpenting dalam budidaya parkit adalah sangkar. Biasa pula disebut dengan kurungan. Sangkang dibuat dari kawat ram/kawat ruji, pilihlah yang berkwalitas baik karena tahan lama.Ditinjau dari segi tujuannya maka sangkar parkit dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

1. Sangkar sistem Pasangan
2. Sangkar sistem beberapa pasangan
3. Sangkar sistem besar atau disebut voliere

1. Sistem sangkar pasangan
Sistem sangkar pasangan ini merupakan sistem yang dibilang banyak kelebihan dan kekurangan.Kelebihan dari sangkar ini adalah terjaganya kebersihan kandang serta makanan parkit.


2.Sistem sangkar beberapa pasang
Kandang seperti ini bisa dipakai untuk beberapa ekor pasang.Biasanya 2 pasang pada kandang ini sudah lumayan bagus.Kandangnya pun hanya ukuran 90x80cm.Kira kira ukuran beberapa cm tersebut sudah dapat untuk sangkar parkit yang anda miliki.


3. Sistem Vilitere
Nah inilah yang disebut sistem koloni.Parkit disini terdapat banyak pasang.Puluhan bahkan ratusan pasang parkit ada didalam sangkar ini.Kelebihan dari sistem ini adalah cepatnya berkembang biak sang burung dan kelemahannya adalah anda harus ekstra membersihkan kandang tersebut.Karena rawan jika salah satu parkit terserang penyakit.


Beberapa Tips&Trik :
a.Makanan utama burung ini adalah millet atau juga bisa jewawut,otek,jagung muda,sayuran,beras merah.
b.Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih terutama kandang.Suhu kandang harus normal, tidak panas saat siang hari, baiknya menggunakan atap tembus pandang dan dipasangi paranet pertanian.
c.Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge, jagung atau yang lainnya
d.Pilihlah induk Parkit yang berbeda warna.
e.Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan
f.Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
g.Persiapkan pula kandang parkit cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.
h.Kandang burung parkit.
Peluang Usaha Ternak Burung Parkit – Untuk masalah tempat indukan yang disediakan berbentuk seperti balok dengan ukuran( P x L x T : 2m x 1m x 1,5m )
Tidak terlalu besar untuk disediakan bagi 15 pasang burung parkit

i.Ciri jantan dan betina burung parkit bisa dibedakan dengan mudah setelah usia 4 bulan. Jantan mempunyai ciri warna biru di bagian atas lubang hidungnya. Kalau warna di bagian itu putih kotor, krem atau coklat, maka bisa dipastikan itu berjenis kelamin betina
j.Proses penjodohan dilakukan sebelum pasangan ditempatkan di kandangnya masing-masing. Setelah terlihat menjodoh, setiap pasangan dipisahkan untuk dimasukkan ke kandang produksi.

Ciri-Ciri Jantan Dan Betina Burung Parkit
Ciri-ciri jantan dan betina:Parkit jantan berwarna biru yang kuat atau keunguan lembayung pada bagian hidung sedangkan betina berwarna putih atau biru tipis. Kepala jantan berbentuk bulat kompak agak besar dibandingkan betina.
Burung Parkit yang baik adalah burung yang aktif dan energik, nafsu makan banyak. Burung ini menginjak dewasa pada usia sekitar 90 hari, pada usia ini kebanyakan burung parkit akan mencari pasangannya dan memilih sarang yang disediakan untuk bertelur.
Pilihlah parkit yang sudah berjodoh. Burung parkit yang berjodoh ditandai dengan perilaku mereka yang saling berdekatan dan saling menyuap. Parkit jantan akan lebih banyak mengeluarkan suara berisik jika sudah menemukan pasangan.
Setelah bertelur sekitar 5-7 butir burung ini akan mengeram sekitar 15 hari, setelah menetas akan mengasuh anakannya 30-40 hari. Pada umur itu anakan mulai keluar dari sarangnya sedangkan induknya mulai bersiap untuk bertelur lagi.



Hal yang harus diperhatikan dalam beternak Parkit
1. Pemilihan Bibit : Pilihlah bibit yang mimiliki gen yang bagus dan sehat. sehat ditandai dengan bulunya yang rapi dan kloakanya tidak ada kotoran yang menempel. biasanya kalau ada kotoran yang menempel dikloaka parkit menandaka burung itu sedang sakit.
2. Kondisi Kandang : Hindari kandang yang mempunyai kelembaban yang cukup tinggi karena burung parkit akan mudah terserang mencret dalam kondisi lingkungan yang lembab. sinar matahari harus selalu ada agar burung tetap sehat tapi jangan terlalu panas.
3. Makanan harus mempunyai kwalitas yang baik, kandungan gizi yang seimbang
4. Perawatan, Perawatan yang rutin adalan membersihkan kandang, karena kandang yang kurang bersih berakibat pada kesehatan burung yang akan menurun

Tips Untuk Mengenali Burung Parkit Yang Sakit

Berikut adalah tips mengenali ketika burung parkit peliharaan Anda sedang sakit:
1. Carilah setiap perubahan perilaku, seperti parkit menjadi lesu, lamban, masalah keseimbangan, perubahan vokal, ketidakmampuan untuk bertengger, atau selalu berdiri di dasar kandang (tidak bertengger).
2. Perhatikan jika burung parkit sering bersin, adanya cairan yang keluar dari mata atau hidung, perubahan warna mata, atau terjadi pembengkakan di sekitar mata.
3. Amati perubahan dalam kebiasaan makan, seperti kehilangan nafsu makan, makan berlebih, atau penurunan berat badan.
4. Perhatikan jika terdapat masalah pada bulu seperti perubahan warna atau bulu yang rontok diluar kebiasaan.
5. Perhatikan tanda-tanda lain seperti mengi, muntah, atau mulut terbuka saat parkit tertidur.
Perhatikan pula jika kepala parkit tampak sering mengangguk-angguk. Semua hal tersebut bisa menjadi indikasi parkit sedang sakit.
6. Amati terjadinya perubahan pada kotoran yang meliputi perubahan warna dan konsistensi (kepadatan).
Kotoran yang tidak seperti biasanya menunjukkan burung parkit sedang mengalami masalah kesehatan.
7. Perhatikan setiap perubahan fisik yang meliputi pendarahan, pembengkakan kaki atau sendi, dan benjolan pada tubuh

Tips Menjinakkan Burung Parkit.
Berikut adalah tips untuk menjinakkan burung parkit:
a.Setelah membeli burung dari pedagang burung ataupun petshop burung segera dimandikan dengan menggunakan tangan. Usapkan air dengan perlahan dan penuh kasih sayang. Jangan perlakukan dengan kasar.
b.Apabila sudah basah kuyub usap pelan-pelan tubuh burung parkit dengan sentuhan lembut. kemudian coba taruh di jari telunjuk kita agar bertengger.
 c.Pada kasus tertentu ada burung yang langsung bertengger tenang sambil menata/menyulam bulu-bulunya agar rapi dan cepat kering. Namun ada juga yang masih celingak-celinguk/bingung dan ingin pergi atau kabur dari tenggeran jari telunjuk kita. Untuk karakter burung yang seperti itu sebaiknya segera dimasukkan kandang terlebih dahulu dan diulangi lagi untuk esok harinya.
d.Untuk burung parkit yang sudah bisa tenang di atas tenggeran jari telunjuk bisa kita coba tawari makanan kesukaannya berupa milet putih/merah, biskuit, jewawut, tauge ataupun yang lainnya. Bila ia merespon pertanda burung itu sudah mulai jinak. tetapi bila belum jangan putus asa. biarkan beberapa saat agar tenang di atas tenggeran jari telunjuk. setelah itu masukkan kandang.
e.Pada masa penjinakkan untuk burung-burung yang belum mau mengambil makanan dari tangan kita, kandangnya cukup kita beri air minum saja tanpa makanan. Dengan tujuan supaya rasa lapar si burung memberi keberanian untuk mengambil makanan dari tangan kita langsung. Biasanya butuh waktu 1 hari setelah sedikit puasa burung parkit mulai 'terpaksa' mau mengambil makanan/biji milet langsung dari tangan kita.
f.Sewaktu masih menjalani masa penjinakan burung harus makan dari tangan kita langsung sehingga ia akan menyesuaikan atau beradaptasi dengan kita secara cepat.
g.Sebelum burung betul-betul jinak maka jangan diberi makan langsung dari tangan tanpa dalam kondisi basah/dimandikan hingga basah kuyub. Tujuan agar burung tidak kabur atau terbang.
h.Bila dalam kondisi basah biasanya ia akan tenang dan sibuk mengurusi bulu-bulunya yang acak-acakan karena air. Di saat itu momen pas untuk melatih agar ia mau makan pemberian dari tangan kita langsung.
i.Bila sudah mau makan langsung dalam kondisi basah biarkan hingga kering sambil kita suapi makanan kesukaannya.
 j.Sesekali perintahkan burung agar berpindah tenggeran dari jari telunjuk kita yang satu ketelunjuk kita yang lainnya. bila ia mau melakukan beri suapan hadiah untuknya. begitu seterusnya. Dan jangan lupa setiap kali memberi suapan sebut namanya agar terbiasa dengan perintah itu.
Lakukan berulang-ulang hingga si burung parkit betul-betul jinak

NB: Sangat susah untuk menjinakkan burung ini,tips paling utama jika anda ingin menjinakkan burung ini adalah dengan memberi makan dari piyik (kecil) hingga burung tersebut dapat makan dengan sendirinya.

Pada saat melakukan penangkaran burung palek, sering dijumpai beberapa gangguan kesehatan yang terjadi. Dengan mengenali gangguan kesehatan itu, diharapkan dengan cepat pula dapat mencari solusi pengobatan dan pencegahannya.

Beberapa Tanda gangguan kesehatan pada burung palek, antara lain:



  • Burung terlihat bermalas-malasan.

  • Burung ini termasuk burung yang aktif dan lincah, jika terlihat malas-malasan atau kurang aktif, bisa jadi karena kondisinya yang memang kurang sehat.



  • Bulu-bulu yang rusak / tidak teratur.

  • Palek termasuk burung pesolek, bila melihat bulu-bulunya berantakan, itu menunjukan burung sedang dalam kondisi kurang sehat.



  • Bulu yang berdiri.

  • Jika terlihat bulu-bulu berdiri, besar kemungkinan karena perubahan suhu di dalam kandang.



  • Kotoran sangat encer.

  • Kondisi kesehatan burung dapat dilihat dari kondisi kotorannya, bila berair (encer) berarti ada gangguan pencernaan yang berkaitan dengan masalah pakan.



  • Hidung dan mata berair.

  • Burung yang normal dan sehat memiliki panca indra yang bersih dan kering, bila salah satu organ tubuh tersebut berair, misalnya : mata dan lubang hidung (nostril) dipastikan bahwa burung dalam keadaan sakit.



  • Lebih sering berada di lantai kandang.

  • Burung yang sakit parah menunjukan gejala, tidak mau naik ke tenggeran karena terlalu lemah.



  • Vent atau kloaka yang kotor.

  • Burung yang sehat akan memiliki vent atau kloaka yang bersih, bila terdapat kotoran yang menempel sangat banyak, berarti burung mengalami gangguan kesehatan.



  • Bersuara aneh.

  • Burung sehat bernafas normal, bila terdengar suara aneh, kemungkinan burung mengalami masalah pada saluran pernafasannya.



  • Ekor naik-turun.

  • Ekor burung yang naik-turun seirama dengan nafasnya, menunjukkan dalam kondisi kepayahan karena sakit dan berkaitan dengan kelelahan, atau karena takut.



  • Kotoran berbau sangat menyengat.

  • Burung betina akan mengeluarkan kotoran lebih besar ukurannya dari kondisi biasa, dan berbau sangat menyengat bila berada dalam kondisi sedang bertelur dan mengerami, bila gejala itu ada tidak dalam kondisi birahi atau berreproduksi berarti ada masalah kesehatan pada burung tersebut.

    Semoga artikel Tanda gangguan kesehatan pada burung palek ini berguna bagi Anda yang tertarik untuk memelihara atau menangkar burung ini. Salam sukses.

    Tanda Gangguan Kesehatan Pada Burung Palek

    Pada saat melakukan penangkaran burung palek, sering dijumpai beberapa gangguan kesehatan yang terjadi. Dengan mengenali gangguan kesehatan itu, diharapkan dengan cepat pula dapat mencari solusi pengobatan dan pencegahannya.


    Beberapa Tanda gangguan kesehatan pada burung palek, antara lain:


  • Burung terlihat bermalas-malasan.
  • Burung ini termasuk burung yang aktif dan lincah, jika terlihat malas-malasan atau kurang aktif, bisa jadi karena kondisinya yang memang kurang sehat.


  • Bulu-bulu yang rusak / tidak teratur.
  • Palek termasuk burung pesolek, bila melihat bulu-bulunya berantakan, itu menunjukan burung sedang dalam kondisi kurang sehat.


  • Bulu yang berdiri.
  • Jika terlihat bulu-bulu berdiri, besar kemungkinan karena perubahan suhu di dalam kandang.


  • Kotoran sangat encer.
  • Kondisi kesehatan burung dapat dilihat dari kondisi kotorannya, bila berair (encer) berarti ada gangguan pencernaan yang berkaitan dengan masalah pakan.


  • Hidung dan mata berair.
  • Burung yang normal dan sehat memiliki panca indra yang bersih dan kering, bila salah satu organ tubuh tersebut berair, misalnya : mata dan lubang hidung (nostril) dipastikan bahwa burung dalam keadaan sakit.


  • Lebih sering berada di lantai kandang.
  • Burung yang sakit parah menunjukan gejala, tidak mau naik ke tenggeran karena terlalu lemah.


  • Vent atau kloaka yang kotor.
  • Burung yang sehat akan memiliki vent atau kloaka yang bersih, bila terdapat kotoran yang menempel sangat banyak, berarti burung mengalami gangguan kesehatan.


  • Bersuara aneh.
  • Burung sehat bernafas normal, bila terdengar suara aneh, kemungkinan burung mengalami masalah pada saluran pernafasannya.


  • Ekor naik-turun.
  • Ekor burung yang naik-turun seirama dengan nafasnya, menunjukkan dalam kondisi kepayahan karena sakit dan berkaitan dengan kelelahan, atau karena takut.


  • Kotoran berbau sangat menyengat.
  • Burung betina akan mengeluarkan kotoran lebih besar ukurannya dari kondisi biasa, dan berbau sangat menyengat bila berada dalam kondisi sedang bertelur dan mengerami, bila gejala itu ada tidak dalam kondisi birahi atau berreproduksi berarti ada masalah kesehatan pada burung tersebut.

    Semoga artikel Tanda gangguan kesehatan pada burung palek ini berguna bagi Anda yang tertarik untuk memelihara atau menangkar burung ini. Salam sukses.